Efektivitas Teknik Relaksasi Otot Progresif dengan Relaksasi Napas Dalam terhadap Derajat Dyspnea pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Kota Cilegon
Keywords:
relaksasi napas dalam, relaksasi otot progresif, dyspnea, tuberkulosis paruAbstract
Latar Belakang : Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan global dengan salah satu gejala utama berupa dyspnea akibat gangguan fungsi paru. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti teknik relaksasi otot progresif dan relaksasi napas dalam dapat membantu menurunkan derajat dyspnea. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas teknik relaksasi otot progresif dan relaksasi napas dalam terhadap derajat dyspnea pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Kota Cilegon. Metode Penelitian : Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 38 responden yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan purposive sampling. Pengukuran derajat dyspnea menggunakan Modified Borg Dyspnea Scale (mBorg). Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua intervensi efektif dalam menurunkan derajat dyspnea pada pasien tuberkulosis paru. Relaksasi napas dalam menunjukkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan relaksasi otot progresif dalam menurunkan derajat dyspnea. Kesimpulan : Kedua teknik relaksasi efektif dalam menurunkan derajat dyspnea pada pasien tuberkulosis paru, namun relaksasi napas dalam lebih efektif dibandingkan relaksasi otot progresif.
Kata kunci : relaksasi napas dalam, relaksasi otot progresif, sesak napas, tuberkulosis paru
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Smart Nursing and Health Science

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


