SUBSTANSI MODUL KONSELING SEBAYA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA AKHIR

  • Ismiyati Ismiyati Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banten
  • Deni K. Sunjaya Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
  • Susi Susanah Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
Keywords: Substansi Modul Konseling Sebaya, Kesehatan Reproduksi Remaja

Abstract

Perilaku seks pranikah pada remaja cukup tinggi. Hal tersebut didasari dari gaya berpacaran yang tidak sehat sehingga dapat melakukan hubungan seks pranikah. Perilaku seks pranikah pada remaja memiliki risiko terhadap kehamilan yang tidak diinginkan. Hasil SKDI 2012 menunjukkan 10% remaja wanita umur 15−19 tahun sudah menjadi ibu, 7% remaja pernah melahirkan, dan 3% sedang hamil anak pertama. Desain penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Informan penelitian kualitatif berjumlah 11 orang. Penelitian dilakukan di Provinsi Banten pada bulan Januari−Juni 2017. Pada saat memberikan konseling seorang konselor harus memahami tentang materi ataupun substansi yang dikonselingkan. Hal ini dibutuhkan untuk memberikan informasi kekonseli. Informasi yang tepat akan membantu konseli menyelesaikan masalahnya. Konseling sebaya pada remaja membutuhkan modul. Substansi yang harus ada dalam modul pada penelitian ini diantaranya adalah tumbuh kembang remaja, kesehatan reproduksi, penyakit seksual, keluarga berencana, dan napza. Substansi tersebut digunakan untuk membantu mengatasi permasalahan yang dialami remaja berkaitan dengan kesehatan remaja.

Published
2018-04-30
Section
Articles