Pengaruh Posisi Quarter Prone dan Penggunaan Nesting Terhadap Saturasi Oksigen pada Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD
DOI:
https://doi.org/10.36743/jmhr.v4i01.927Keywords:
BBLR, Posisi Quarter Prone, Nesting, Saturasi OksigenAbstract
Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi BBLR di Indonesia masih 6,2 %. Prevalensi ini cenderung meningkat setiap tahunnya. Persentase bayi berat lahir rendah (BBLR) di Provinsi Banten pada tahun 2021 sebesar 14,66%. Posisi quarter prone posisi setengah tengkurap dengan lutut tertekuk di bawah perut dan tubuh menghadap ke bawah dengan bantalan di bawah perut, posisi ini sangat disarankan untuk meningkatkan fungsi paru-paru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh posisi quarter prone dan penggunaan nesting terhadap saturasi oksigen pada BBLR di ruang perinatologi RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperiment dengan rancangan One Group Pre Test Post Test. Tempat penelitian di Ruang Perinatologi RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Waktu penelitian bulan Januari-Juni 2025. Populasi penelitian ini yaitu BBLR di ruang perinatologi yang sesuai dengan kriteria berjumlah 31 sampel. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji t-test dependent. Hasil penelitian ini sebagian besar responden berpengaruh dengan nilai saturasi oksigen pre-test 90,23% dan post test 97,19%. Hasil uji statistik (p value=0,000 < α=0,05). Ada pengaruh posisi quarter prone dan penggunaan nesting terhadap saturasi oksigen pada BBLR.


