Pengaruh Posisi Pronasi terhadap Saturasi Oksigen dan Heart Rate pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
DOI:
https://doi.org/10.36743/jmhr.v3i1.809Keywords:
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), Posisi Pronasi, Saturasi Oksigen, Heart Rate, PengaruhAbstract
Kasus AKB di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2020 sebanyak 44.000 kasus, dibandingkan tahun 2019 yang berjumlah 26.000 kasus. Pravelensi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Provinsi Banten pada tahun 2018 (6,7%) yaitu menempati peringkat ke 9 dari seluruh provinsi di Indonesia. BBLR merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Posisi pronasi merupakan posisi menelungkupkan bayi dengan ekstermitas bagian bawah fleksi dan kepala dimiringkan ke salah satu sisi. Pemberian posisi pronasi pada BBLR dapat meningkatkan oksigenasi dan menstabilkan heart rate. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh terhadap saturasi oksigen dan heart rate pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperiment dengan rancangan One Group Pre Test Post Test. Populasi penelitian ini yaitu BBLR di ruang perinatologi yang sesuai dengan kriteria berjumlah 34 sampel. Hasil uji t-test dependent didapatkan nilai saturasi oksigen pre-test 93.03% dan post-test 97.15% dengan hasil p-value=0,000 (α <0,05) diperoleh hasil yang signifikan. Nilai heart rate pre-test 147.26x/menit dan post-test 134.68x/menit dengan hasil p-value=0,000 (α <0,05) diperoleh hasil yang signifikan. Ada pengaruh posisi pronasi terhadap saturasi oksigen dan heart rate pada BBLR. Dengan demikian posisi pronasi bisa dijadikan strategi penunjang peningkatan saturasi oksigen dan menstabilkan heart rate pada BBLR di rumah sakit.


