Eksplorasi Limbah Organik Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Candida albicans: Studi Komparatif Tepung Ampas Kelapa, Ampas Tebu, Dan Nasi Aking

Authors

  • Maya Sari Poltekkes Kemenkes Banten
  • Yulian Dini Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Banten
  • Putri Nabila Ramadanti Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Banten
  • Galih Surya Laksono Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Banten

Keywords:

Candida albicans, media alternatif, ampas kelapa, ampas tebu, nasi aking

Abstract

Candida albicans merupakan fungi oportunistik yang sering menyebabkan infeksi pada individu dengan sistem imun lemah. Media Potato Dextrose Agar (PDA) umum digunakan untuk kultur fungi, namun memiliki keterbatasan dari segi biaya dan ketersediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi limbah organik berupa tepung ampas kelapa, ampas tebu, dan nasi aking sebagai media alternatif pertumbuhan C. albicans serta menentukan konsentrasi optimal masing-masing media. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorik dengan variasi konsentrasi media 0,5%, 1%, 1,5%, dan non-gula, serta PDA sebagai kontrol. Inokulasi dilakukan dengan metode spread plate dan inkubasi selama 5 hari pada suhu 37°C. Pengamatan dilakukan secara makroskopis, mikroskopis menggunakan pewarnaan Lactophenol Cotton Blue (LPCB), uji germ tube, dan perhitungan jumlah koloni (CFU/mL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua media alternatif mampu mendukung pertumbuhan C. albicans dengan karakteristik morfologi yang serupa dengan media PDA. Pertumbuhan koloni pada media alternatif umumnya mulai terlihat pada hari ke-2. Konsentrasi optimal diperoleh pada tepung ampas kelapa 0,5% (44 × 10⁻⁶ CFU/mL), ampas tebu 1% (41 × 10⁶ CFU/mL), dan nasi aking 1,5% (71 × 10⁻⁶ CFU/mL). Media tanpa penambahan gula menunjukkan pertumbuhan terendah. Eksplorasi ketiga media alternatif menunjukkan bahwa limbah organik dapat berpotensi sebagai media alternatif yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk pertumbuhan Candida albicans, sehingga dapat menjadi pengganti media komersial dalam kegiatan laboratorium.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

1.
Sari M, Dini Y, Ramadanti PN, Laksono GS. Eksplorasi Limbah Organik Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Candida albicans: Studi Komparatif Tepung Ampas Kelapa, Ampas Tebu, Dan Nasi Aking. J Medlabres [Internet]. 2026 Apr. 30 [cited 2026 Jul. 21];4(2):48-54. Available from: https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/index.php/JoMLR/article/view/990