ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI PADA SISWI KELAS VII SMPN 2 DESA TAMBAK BAYA KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN LEBAK TAHUN 2017

  • Suhartini Suhartini Poltekkes Kemenkes Banten
Keywords: Nutrisi, Remaja Putri

Abstract

Pada undang-undang Kesehatan No 36 tahun 2009 dikatakan bahwa pemeliharaan kesehatan remaja diarahkan  untuk mempersiapkan kaum remaja  menjadi orang dewasa  sehat serta  produktif  baik dari sisi sosial maupun ekonomi.  Data Riskesdas 2013 menggambarkan provinsi Banten adalah  salah satu provinsi dengan  prevalensi remaja usia 13-15 tahun sangat kurus (IMT/U) diatas prevalensi nasional. Hasil penelitian Indah dkk diketahui bahwa; hasil pengukuran IMT/U 11,3% anak sekolah dasar tergolong sangat kurus dan kurus sebesar 6,5%. Hasil penelitian oleh Suhartini di SMPN2 Tambak Baya, diketahui bahwa 63%  siswi status gizinya  kurang dari normal. Penjajakan awal siswi kelas VII di SMPN 2 Tambak Baya ada 111 orang, namun kondisi status gizi remaja  belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran  status gizi bagi remaja putri serta faktor-faktor yang berpengaruh.

Metodelogi penelitian ini menggunakan desain  “crossectional” Populasi penelitian adalah  siswi kelas VII SMPN Cibadak Kabupaten lebak . Dari 111 orang yang berhasil di data  92 orang, sampel penelitian sama dengan populasi. Tehnik pengambilan sampel secara purporsiv..Penelitian dilaksanakan  dari bulan Mei sampai November 2017.

Hasil penelitian menunjukkan masih ditemukan status gizi remaja putri < normal  29,3%, pendidikan ibu < SLTP 82,6%, Pekerjaan Ayah sebagian besar non PNS 98,9%. Pendapatan < UMR sebanyak 88%, Pola makan siswi < 3 kali dalam sehari 55,4%. Pengetahuan siswi kurang tentang gizi remaja sebanyak (90,2%). Ada hubungan bermakna antara pendapatan dengan status gizi 0,694  artinya pendapatan orang tua dapat mencegah  status gizi < normal. Ada hubungan antara pengetahuan  dengan keadaan gizi remaja putri  OR 1,5  artinya siswi dengan pengetahuan kurang tentang gizi remaja berisiko  1,5 kali lipat  mengalami gizi kurang

Kepada pihak sekolah disarankan  dapat menyampaikan  informasi formal melalui mata pelajaran terkait disekolah, mendatangkan nara sumber, serta menyebarluaskan informasi gizi bagi remaja putri melalui buku saku, brosur, leaflet , poster. Kepada puskesmas diharapkan dapat memberikan penyuluhan gizi remaja, menyebarluaskan informasi tentang status gizi remaja putri melalui poster, brosur, leaflet, dan melakukan kegiatan rutin  penjaringan kesehatan terhadap remaja putri, melalui pengukuran BB,TB berkala, dan bila memungkinkan memberikan Makanan Tambahan dan TabletTambah Darah  bekerjasama dengan komite sekolah, Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.

References

Adriani, Merryana, Pengantar Gizi Masyarakat, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2012
Agustian ipa, Media Gizi Pangan Poltekkes Makasar volume IX edisi 1,Status Gizi remaja, Pola makan dan aktivitas Olah raga di SLTP Majauleng Kabupaten Wajo Makasar
Alimul Hayat A.Aziz, Metode Penelitian Kebidanan dan tehnik analisa data, Salemba medika, Jakarta, 2011
Dahro Ahmad, Psikologi Kebidanan, Analisis Perilaku wanita untuk kesehatan, Salemba Medika, tahun 2011
Danim Darwis Sudarwan.SKP, Metode Penelitian Kebidanan, prosedur, kebijakan dan etik, ECG, Jakarta 2003
Depkes RI, Pedoman Praktis Terapi Gizi Medis, Ditjen. Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Gizi Masyarakat tahun 2005
Francin, Erna, Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi, EGC, Jakarta, 2004
Hasdianah, Gizi, Pemanfaatan Gizi, Diet dan Obesitas, Nuha Medika, Yogyakarta, 2014
Imron, Moch , Munif, Amrul, Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan, Sagung Seto, Jakarta, 2010
Indah Suci dkk, Indonesian Jurnal of Human Nutrition, Desember 2014, Vol 1 no 2: 135-148
Irwan Dwi Febrianto, Skripsi tentang Hubungan tingkat penghasilan, pendidikan dan tingkat pengetahuan orang tua tentang makanan bergizi dengan status gizi siswa TK Islam Zahrotul Ulum karang Ampel indramayu, Program Studi Keolahragaan Fakultas Ilmu keolahragaan Universitas Negri Yogyakarta 2012
Manuaba Ayu Chandranita, Memahami kesehatan reproduksi wanita, ECG 2009
Notoatmodjo Soekidjo, Metodelogi Penelitian kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta, 2010
Suhartini.Analisis faktor risiko yang berhubungan dengan usia menarche pada siswi SMPN 2 Desa Tambak Baya Kecamatan Cibadak kabupaten Lebak tahun 2016
Sumantri, Arif, Metodologi Penelitian Kesehatan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta, 2011
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) , Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI tahun 2013
www.hukum.online com Undang-undang Republik Indonesia, No 36 tahun 2009 tentang kesehatan
Published
2018-04-30
Section
Articles