PENGARUH INTERVENSI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN METODE PEER GROUP TERHADAP KONSEP DIRI REMAJA DI MAN 1 KOTA TERNATE

  • Sri Linda Linda Sri Linda
Keywords: Kesehatan Reproduksi, Konsep Diri, Metode Peer Group, Remaja

Abstract

Remaja  merupakan masa transisi yang menghubungkan antara periode anak  menuju  periode  dewasa, sehingga memerlukan perhatian dan perlindungan yang  khusus. Selama pubertas, remaja rentan mengalami permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan seksual. Permasalahan yang terjadi bisa berkaitan dengan cara remaja menjaga diri agar tetap sehat secara reproduksi ataupun juga dalam menjaga perilaku agar tidak melakukan aktivitas yang beresiko. Pada masa remaja terdapat beberapa perkembangan, salah satunya adalah perkembangan konsep diri. Pada usia remaja dengan tingkat pendidikan SMA termasuk dalam tahapan remaja akhir (late adolescence) yang memiliki ciri-ciri lebih dekat dengan teman sebaya. Penanganan yang dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan reproduksi remaja adalah melalui empat pendekatan yaitu institusi, keluarga, kelompok sebaya (peer group), dan tempat kerja. Kuatnya pengaruh kelompok sebaya (peer group) dikarenakan remaja lebih banyak berada diluar rumah bersama dengan teman sebaya sebagai kelompok, maka dapatlah dimengerti bahwa pengaruh teman sebaya pada sikap, pembicaraan, minat, penampilan, dan perilaku lebih besar dari pada pengaruh keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh intervensi pendidikan kesehatan reproduksi dengan metode peer group terhadap konsep diri remaja. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (Quasy Experimental) menggunakan pola rancangan satu kelompok dengan pengukuran pre test dan post test (one group pretest posttest design). Ditemukan perbedaan yang bermakna secara statistik dengan rerata skor konsep diri pada kelompok pre test dan post test dengan p-value 0.001.

Published
2019-12-25
Section
Articles