Identifikasi Proteinuria Dengan Kejadian Pre Eklamsia Berat (PEB) Pada Ibu Hamil Di RSUD DR. Dradjat Prawiranegara
Keywords:
Proteinuria, Preeklampsiberat, PEB, DeteksidiniAbstract
Preeklamsia berat (PEB) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi dandapat menyebabkan morbiditas serta mortalitas ibu dan janin. Salah satu indikator klinis utama dari preeklamsiaadalah proteinuria, yang menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal akibat hipertensi dalam kehamilan. Deteksi dini proteinuria sangat penting dalam pencegahan komplikasi preeklamsia berat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kadar proteinuria dengan kejadian preeklamsia berat (PEB) pada ibu hamil di RSUD Dr. Dradjat Prawiranegara. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasionalanalitik dengan desain cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis 108 ibu hamil, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pemeriksaan proteinuria dilakukan menggunakan metode carik celup, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian: Sebanyak 46 dari 108 responden mengalami PEB. Proteinuria berat (+++) ditemukan pada kelompok PEB sebanyak 3 responden dengan persentase (7%). Sebagian besar kasus PEB terjadi pada kelompok usia 25 – 40 tahun dengan persentase (59%) dan pada usia >40 tahun dengan persentase (33%). Kesimpulan: Pemeriksaan proteinuria dapat menjadi indikator penting dalam deteksi dini preeklamsia berat dan perlu diintegrasikan secara rutin dalam pelayanan antenatal.


