Tingkat Kematangan Emosional Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi Sekolah Dasar

Authors

  • Resta Betaliani Wirata Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta
  • Victoria Eunike Tamo Ina Lubis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta
  • Priyani Haryanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta
  • Oktalia Damar Prasetyaningrum Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.36743/jmhr.v4i2.988

Keywords:

kematangan, emosional, menarche, siswi, SD

Abstract

Latar belakang menarche pada anak perempuan saat ini cenderung terjadi lebih dini dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini seringkali tidak diikuti dengan kesiapan mental dan kematangan emosional anak perempuan sehingga menimbulkan perasaan takut, cemas, dan malu saat menghadapi menstruasi pertama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kematangan emosional kesiapan menghadapi menarche pada siswi di SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta Tahun 2025. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode deskriptif pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada 16-17 Desember 2025 di SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas IV, V dan VI yang berjumlah 77 siswi yang di pilih menggunakan metode pengambilan sampling Purposive Sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 46 siswi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 10 tahun sebanyak 25 siswi (54,3%), dan berada pada kategori sedang sebanyak 36 siswi (78,3%). Simpulan secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswi berada pada kategori sedang dalam kesiapan menghadapi menarche sebagian siswi sudah mulai mampu mengenali, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi, meskipun masih memerlukan peningkatan kesiapan

Downloads

Published

2026-06-10

How to Cite

Wirata, R. B. (2026) “Tingkat Kematangan Emosional Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi Sekolah Dasar ”, Journal of Midwifery and Health Research, 4(2), pp. 54–59. doi: 10.36743/jmhr.v4i2.988.