Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi Dengan Konsentrasi Belajar Anak Prasekolah Di TK Negeri Pembina Limboto
Keywords:
Sarapan pagi, Konsentrasi belajar, Anak Prasekolah, Kebiasaan makan, Gizi anakAbstract
Latar belakang: Sarapan menyediakan glukosa bagi otak setelah puasa semalam, tetapi banyak Anak Prasekolah di Indonesia melewatkannya sehingga konsentrasi belajar dapat terganggu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar Anak Prasekolah di TK Negeri Pembina Limboto. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada April 2026 terhadap 63 anak usia 5–6 tahun yang dipilih secara simple random sampling menggunakan rumus Slovin dari populasi terjangkau 75 anak. Kebiasaan sarapan diukur dengan kuesioner yang diisi orang tua (sering ≥4 kali/minggu; jarang <4 kali/minggu), sedangkan konsentrasi belajar diukur dengan lembar observasi (tinggi ≥15; rendah <15). Analisis menggunakan uji univariat dan Chi-Square. Hasil: Sebagian besar anak jarang sarapan (54,0%) dan 52,4% memiliki konsentrasi belajar tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan konsentrasi belajar (p < 0,001). Anak yang sering sarapan memiliki peluang sekitar 63 kali lebih besar untuk berkonsentrasi tinggi (OR = 63; 95% CI: 11,7–340). Simpulan: Sarapan yang rutin berhubungan kuat dengan konsentrasi belajar yang lebih baik pada Anak Prasekolah.


