Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang Pijat Oromotor Dengan Kejadian Gerakan Tutup Mulut Pada Balita Usia 6 Bulan sampai 60 Bulan
DOI:
https://doi.org/10.36743/jmhr.v5i1.1068Keywords:
balita, gerakan tutup mulut, pengetahuan orang tua, pijat oromotor, kesulitan makanAbstract
Latar Belakang: Gerakan Tutup Mulut (GTM) merupakan salah satu bentuk kesulitan makan pada balita yang dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan asupan makanan. Pengetahuan orang tua mengenai pijat oromotor berpotensi mendukung penanganan masalah makan, tetapi hubungannya dengan kejadian GTM masih perlu dikaji. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan orang tua tentang pijat oromotor dan kejadian GTM pada balita usia 6–60 bulan. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan di Desa Tulungrejo, Kabupaten Malang, pada April 2026. Sebanyak 71 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan orang tua dan perilaku makan balita, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebanyak 43 responden (60,6%) memiliki pengetahuan baik tentang pijat oromotor, sedangkan 28 balita (39,4%) mengalami GTM. Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dan kejadian GTM (rₛ = 0,671; p < 0,001). Kesimpulan: Pengetahuan orang tua tentang pijat oromotor berhubungan signifikan dengan kejadian GTM pada balita. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi hubungan tersebut dengan mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhi perilaku makan anak.


