Pengaruh Pemberian Jamu Temulawak Terhadap Penurunan Nyeri Haid pada Remaja
Keywords:
nyeri haid, remaja, jamu temulawak, terapi nonfarmakologisAbstract
Pendahuluan: Nyeri haid (dismenore) merupakan keluhan yang sering dialami remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Penatalaksanaan nyeri haid dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah jamu temulawak, yang mengandung kurkuminoid dengan efek antiinflamasi dan analgesik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu temulawak terhadap penurunan nyeri haid pada remaja di PMB Nining Setianingsih, S.ST., Bdn Kabupaten Pandeglang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 25 remaja yang mengalami nyeri haid dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian jamu temulawak sebanyak dua kali sehari selama dua hari. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri haid setelah pemberian jamu temulawak. Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (64,0%). Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri ringan (68,0%) dan terdapat 4,0% responden yang tidak merasakan nyeri. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pemberian jamu temulawak berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri haid pada remaja. Jamu temulawak dapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan dalam penanganan nyeri haid pada remaja.


