Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes <p>Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten mengundang para peneliti, dosen, dan praktisi untuk mengirimkan artikel hasil penelitian yang berkaitan dengan kesehatan dan lainnya. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2014 dengan terbitan setiap 6 bulan (dua kali setahun) dan telah memiliki nomor ISSN: P.<a href="http://u.lipi.go.id/1404287819" target="_blank" rel="noopener">2356-1718</a>.&nbsp; E:2685-2195. Jurnal ini awalnya terbit pada bulan April dan November, namun pada tahun 2019 terbitan setiap Mei dan November.&nbsp;</p> en-US jurnalmedikesbanten@gmail.com (Sekretariat) ismiyati@poltekkesbanten.ac.id (Ismiyati) Sat, 30 Apr 2016 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PREMENSTRUAL SYNDROME DENGAN PERILAKU DALAM MENGATASI PREMENSTRUAL SYNDROME PADA MAHASISWA JURUSAN KEBIDANAN RANGKASBITUNG POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN 2015 https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/147 <p><em>Premenstrual Syndrome</em> meupakan suatu kondisi dimana wanita lebih sensitif terhadap perasaan dan kondisi tubuhnya dalam bentuk sekumpulan gejala fisik dan mental. Keluhan yang dialami bisa bervariasi dari bulan ke bulan bisa menjadi lebih ringan ataupun lebih berat. Sekitar 80% hingga 95% wanita antara 16-45 tahun mengalami gejala-gejala <em>Premenstrual Syndrome</em> yang dapat mengganggu. Gejalanya berupa pusing, depresi serta perasaan sensitive berlebihan sekitar dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang wajar bagi wanita usia produktif sekitar 40% wanita berusia 14-50 tahun. Berdasarkan penelitian yang disponsori WHO didapatkan hasil bahwa gejala <em>Premenstrual Syndrome</em> dialami oleh 23 % wanita Indonesia. Angka ini menunjukan bahwa penderita <em>Premenstrual Syndrome</em> di Indonesia cukup tinggi sehingga perlu dilakukan upaya untuk mencegah dan mengatasi gejala <em>Premenstrual Syndrome</em> dalam bentuk perilaku yang tepat.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang <em>Premenstrual Syndrome</em> dengan perilaku mengatasi <em>Premenstrual Syndrome</em> pada mahasiswa Jurusan Kebidanan Rangkasbitung Poltkkes Kemenkes Banten tahun Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan analitik observasional menggunakan pendekatan <em>Cross Sectional.</em> Jumlah sampel yang digunakan 150 responden., berdasarkan rumus pengambilan sampel menurut Slovin. Data penelitian diambil secara primer menggunakan kuesioner. Analisis data untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan <em>Chi-Square</em>.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap tentang <em>Premenstrual Syndrome</em>. Saran untuk Jurusan Kebidanan Rangkasbitung untuk dapat mengoptimalkan peran organisasi kemahasiswaan dibawah jurusn agar dapat memotivasi mahasiswa untuk memiliki perilaku yang baik tentang <em>Premenstrual Syndrome </em>dengan metode yang menarik dan efektif.</p> Nintinjri Husnida, Hani Sutianingsih ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/147 Sat, 30 Apr 2016 00:00:00 +0000 PENGARUH FREKUENSI PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PRILAKU KONTROL (MONITORING) KADAR GULA DARAH PADA LANSIA DENGAN RIWAYAT PENYAKIT DIABETES MELLITUS https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/148 <p>Saat ini 6,3 juta (19%) dari seluruh orang yang berusia &gt; 65 tahun memiliki diabetes mellitus. (Black &amp; Hawks, 2014). Manifestasi klinis meyakinkan adanya diabetes mellitus, tetapi uji laboratorium kadar gula darah diperlukan untuk menegakan diagnostik pasti, pemeriksaan kadar gula darah secara teratur dan terencana dapat mendeteksi adanya kelainan lebih lanjut. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu cara dalam menentukan keberhasilan manajemen diabetes mellitus. Fenomena yang terjadi dan menjadi masalah penelitian ini adalah apakah benar bahwa prilaku kontrol(monitoring) kadar gula darah seseorang yang mengalami diabetes mellitus dapat dipengaruhi oleh banyaknya frekwensi pendidikan kesehatan yang diterimannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi&nbsp; Pengaruh frekuensi pendidikan kesehatan terhadap prilaku kontrol (monitoring) kadar gula darah pada lansia yang memiliki penyakit diabetes mellitus. Desain Penelitian adalah deskriptif &nbsp;korelasi dengan pendekatan <em>cross sectional.</em> Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas kecamatan Neglasari Kota Tangerang, pengambilan sampel dilaksanakan bulan&nbsp; Juni-September 2015 terhadap lansia dengan riwayat diabetes mellitus yang berobat/kontrol kepuskesmas. Hasil penelitian dari 60 responden, menunjukkan ada hubungan yang siknifikan antara frekwensi pendidikan kesehatan dengan prilaku kontrol (Monitoring) kadar gula darah pada lansia yang mengalami diabetes mellitus, dengan nilai p=0,001 (α = 0,05). Hal ini berarti semakin banyak pendidikan kesehatan yang diterima lansia, maka semakin sering lansia berprilaku control (monitoring) kadar gula darahnya.</p> Sunardi Sunardi, Toto Subiakto ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/148 Sat, 30 Apr 2016 00:00:00 +0000 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BUKU SAKU KESPRO TERHADAP PELAKSANAAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) OLEH REMAJA DI SMAN I CIPANAS KABUPATEN LEBAK TAHUN 2015 https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/149 <p>Kanker payudara merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena mortalitas dan morbiditasnya yang tinggi. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) perlu dikuasai dan dilakukan oleh remaja putri agar dapat melakukan deteksi dini kanker payudara. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SADARI remaja adalah melalui penyuluhan SADARI dengan menggunakan media buku saku kesehatan reproduksi remaja. Banyak faktor yang menjadi penyebab mengapa hanya sebagian kecil wanita yang melakukan SADARI, diantaranya kepatuhan mereka yang dapat dipengaruhi oleh ketersediaan media. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media buku saku kesehatan reproduksi dalam pelaksanaan SADARI oleh remaja di SMAN 1 Cipanas Kabupaten Lebak.</p> <p>Penelitian dirancang menggunakan desain penelitian Kohort. Besar sampel sebanyak 108 responden. Data dianalisis menggunakan uji <em>Chi Square</em></p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (91,7%) responden menggunakan media buku saku kesehatan reproduksi. Hanya sebagian kecil (6,5%) responden yang melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Pada uji statistik (uji <em>chi square</em>) diperoleh hasil p=1,000artinya tidak ada perbedaan bermakna pada kedua variabel tersebut atau tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan media buku saku kesehatan reproduksi remaja dengan pelaksanaan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) oleh responden.</p> <p>Selain media buku saku kesehatan reproduksi, disarankan perlu media lain seperti Pusat Informasi, Konseling Remaja &amp; Mahasiswa (PIK R/M) dan pemberian informasi melalui penyuluhan kesehatan reproduksi remajadi sekolah secara periodik.</p> Yayah Rokayah, Siti Rusyanti ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/149 Sat, 30 Apr 2016 00:00:00 +0000 MULTIDRUG RESISTANT ESCHERICHIA COLI PADA SUMBER AIR MINUM DI KOTA TANGERANG https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/150 <p><em>Multidrug-resistant</em> <em>Escherichia coli</em> (MDR <em>E. coli</em>) telah menjadi perhatian dalam hal kesehatan masyarakat di berbagai negara. Bakteri ini menyebabkan infeksi yang sulit ditangani sehingga dampak buruk yang ditimbulkan bagi kesehatan menjadi luas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi dan kerentanan MDR <em>E. coli </em>yang diisolasi dari sumber air minum masyarakat yang berada di Kota Tangerang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2015. Desain yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bakteri <em>E. coli </em>yang diisolasi dari sumber air minum masyarakat di Kota Tangerang. Semua bakteri yang diisolasi digunakan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 sumber air minum masyarakat, enam di antaranya positif mengandung <em>E. coli</em> dan satu sumber air minum positif mengandung MDR <em>E. coli.</em> Oleh karena itu untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih jauh, perlu dilakukan pemeriksaan berkala terhadap berbagai bakteri patogen yang ada di masyarakat.</p> Aminah Aminah, Makhabah Jamilatun ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/150 Sat, 30 Apr 2016 00:00:00 +0000 PRESTASI BELAJAR MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES BANTEN SEMESTER I YANG MASUK MELALUI JALUR PMDP TAHUN 2012 – 2014 https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/151 <p>Prestasi belajar merupakan salah satu indicator daya serap dan kecerdasan mahasiswa, yang dapat digunakan untuk menyusun dan menetapkan langkah-langkah kebijkan baik yang menyangkut mahasiswa, proses pendidikan maupun institusi pendidikan yang mengelola program pendidikan tersebut. Indikator yang menjadi tolok ukur prestasi belajar&nbsp; mahasiswa &nbsp;adalah perolehan&nbsp; prestasi.. Berdasarkan pengamatan penulis, dalam dua tahun terakhir ini, masih sering terungkap mahasiswa yang mengalami permasalahan yang berkaitan dengan prestasi belajar yang dibuktikan dengan perolehan&nbsp; prestasi yang masih rendah, masih adanya mahasiswa yang sering kali harus mengulang saat ujian akhir semester. Permasalahan tersebut terjadi juga pada mahasiswa yang masuk melalui jalur PMDP, padahal mahasiswa tersebut pada saat proses masuk, sudah menunjukan nilai prestasi belajar yang tinggi di sekolah asalnya.</p> <p>Penelitian ini dilakukan guna memperoleh informasi factor yang berhubungan dengan&nbsp; prestasi belajar mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banten semester I yang masuk melalui jalur PMDP tahun 2012 – 2014</p> <p>Penelitian ini mengunakaan desain crosesctional study, dengan jumlah sampel sebanyak 60 mahasiswa yang masuk melalui jalur PMDP tahun 2012 – 2014. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari bagian kemahasiswaan Poltekkes Kemenkes Banten bagian adak masing-masing jurusan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa semester I yang masuk melalui jalur PMDP memiliki&nbsp; prestasi belajar yang baik (70%), sementara sebagian kecil lainnya memperoleh&nbsp; prestasi belajar kurang baik (30%) Sebagian besar mahasiswa semester I yang masuk melalui jalur PMDP&nbsp; berasal dari sekolah negeri (76,7 %) , Hampir seluruhnya&nbsp; mahasiswa semester I yang masuk melalui jalur PMDP berasal dari jenis sekolah SMA (93,4%) Sebagian besar mahasiswa semester I yang masuk melalui jalur PMDP&nbsp; berjenis kelamin perempuan (85%)</p> <p>Tidak ada hubungan antara asal sekolah, jenis sekolah dan jenis kelamin dengan perolehan&nbsp; prestasi belajar mahasiswa semester satu.</p> <p>Perlunya melakukan telaahan lebih lanjut pada mahasiswa yang memperoleh IP semester I dibawah 3,00 terhadap perolehan nilai pada waktu belajar di SMA serta lembaga sekolah SMA asal mahasiswa tersebut</p> Ahmad Ahmad ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/151 Sat, 30 Apr 2016 00:00:00 +0000 HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/152 <p>Kehamilan pertama bagi seorang ibu primigravida, ketika menghadapi proses persalinan cenderung mengalami kecemasan. Kecemasan akan menyebabkan ibu hamil menjadi tegang dan tidak nyaman, sehingga dapat mengganggu kesehatan ibu dan janin, serta mempersulit proses persalinan. Mapierre (1985) menyatakan faktor yang berhubungan dengan kecemasan seseorang antara lain usia, tingkat pendidikan, dan dukungan keluarga termasuk dukungan suami. Ibu hamil dengan usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun merupakan usia hamil resiko tinggi karena dapat terjadi kelainan atau gangguan pada janin sehingga dapat menyebabkan kecemasan pada ibu hamil (Soelaeman 2006). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan dukungan suami dengan Tingkat kecemasan pada ibu Primigravida Trimester III. Sampel penelitian berjumlah 96 responden dengan menggunakan teknik <em>consecutive</em> <em>sampling. </em>Analisa yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu&nbsp; dengan tingkat kecemasan pada ibu primigravida trimester III dengan nilai p value = 0.083. Sedangkan dukungan suami&nbsp; dengan tingkat kecemasan pada ibu primigravida trimester III terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p value = 0.000, yang artinya bahwa dukungan suami terhadap ibu primigravida sangat berpengaruh terhadap terjadinya kecemasan. Dimana dukungan suami yang baik dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu primigravida, sehingga ibu akan merasa tenang dan nyaman dalam menjalani proses&nbsp; kehamilan dan persalinan.</p> Een Sukaedah, Lailatul Fadilah ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/152 Sat, 30 Apr 2016 00:00:00 +0000 STRATEGI BIDAN DALAM MEMBERIKAN PERAWATAN KEHAMILAN DAN PERSALINAN DI MASYARAKAT BADUY DALAM DESA KANEKES KAB.LEBAK TAHUN 2013 https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/153 <p>Tingginya AKI merupakan salah satu indikasi&nbsp; lemahnya perlindungan terhadap hak reproduksi perempuan yang memiliki kaitan dengan perawatan kehamilan dan persalinan. Jumlah kematian ibu di Baduy tahun 2009-2010 berjumlah 2 orang, penyebab kematian tersebut erat hubungannya dengan sosial budaya seperti kebiasaan, kepercayaan, sikap dan prilaku masyarakat terhadap perawatan kehamilan dan persalinan sehingga mengakibatkan kematian pada ibu. Metode yang digunakan adalah kualitatif, subyek penelitian yaitu bidan desa dan PTT yang ditugaskan di Baduy Dalam, pengumpulan data melalui indept interview. Analisis data menggunakan analisis isi dengan triangulasi kepada ibu hamil, ibu bersalin, tokoh masyarakat dan paraji. Hasil penelitian pada Baduy Dalam dalam perawatan kehamilan dan persalinan masih dilakukan secara tradisional. Norma penanganan masalah pada kehamilan dan persalinan yaitu meminta bantuan ke paraji,&nbsp; dukun pengobatan, tokoh masyarakat, bila dirujuk tidak boleh memakai kendaraan. Yang melanggar akan dihukum selama 40 hari. Tidak ada sarana kesehatan karena dilarang oleh adat setempat. strategi yang dilakukan bidan dalam memberikan informasi pelayanan perawatan kehamilan dan persalinan di masyarakat Baduy Dalam pertama yaitu melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat<strong>,</strong>menjalin kemitraan bidan dengan paraji yang ada, mendirikan&nbsp; program <em>imah&nbsp; pangubaran</em> pusat informasi Baduy tanpa menghilangkan ciri khas Baduy nya,menjadikan posyandu yang diminati dan dipercaya sebagai tempat pelayanan kesehatan yang efektif dan efesien tanpa menghilangkan ciri khas Baduynya,melakukan kunjungan rumah<strong>,</strong>petugas kesehatan/bidan harus tinggal menetap di daerah Baduy, bidan bisa menerima dan menghormati budaya mereka apa adanyawaktu pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal pelayanan yang sudah disepakati oleh tokoh masyarakat, dalam memberikan informasi media yang digunakan adalah lembar balik, alat peraga sesuai yang diperlukan dan memakai bahasa yang bisa dipahami oleh masyarakat Baduy Dalam yaitubahasa sunda.Untuk memudahkanjangkauan pelayanan kesehatan masyarakat Baduy Dalam hendaknya di bangun sarana rumah tunggu untuk pelayanan perawatan kehamilan dan pertolongan persalinan yang dilengkapi peralatan kesehatan tanpa menghilangkan ciri khas dari budaya Baduynya. Sebelum menugaskan petugas kesehatan hendaknya puskesmas setempat perlu memberi penambahan pengetahuan kepada tenaga kesehatan yang akan bertugas di Baduy terkait budaya setempat.</p> Yayah Rokayah ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/153 Sat, 30 Apr 2016 00:00:00 +0000 ISOLASI DAN IDENTIFIKASI ESCHERICHIA COLI PADA AIR WUDHU DI MASJID YANG BERADA DI KOTA TANGERANG https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/154 <p>Air sebagai salah satu kebutuhan utama dalam menunjang kehidupan manusia beresiko membawa penyakit bawaan air (<em>water borne disease</em>) jika tidak memenuhi syarat kesehatan. Salah satu pemanfaatan air adalah digunakan sebagai air wudhu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan <em>Escherichia coli</em> pada air wudhu di Masjid yang berada di Kota Tangerang. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan uji laboratorium dengan jumlah sampel 15. Pengambilan sampel dilakukan pada masjid yang telah ditentukan, selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium yang meliputi nilai MPN <em>coliform </em>untuk mengetahui kualitas air, dilanjutkan isolasi dan identifikasi <em>Escherichia coli</em> pada media EMBA (<em>Eosin Methylin Blue</em> Agar) serta uji produksi hemolisin pada media agar darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat keberadaan bakteri <em>Escherichia coli</em> pada air wudhu di Masjid yang berada di Kota Tangerang. Dari hasil identifikasi <em>Escherichia coli,</em> dapat diketahui dari 15 sampel yang diteliti terdapat 6 sampel air wudhu yang teridentifikasi <em>E.coli</em>, dua diantaranya bersifat hemolisis. Oleh karena itu penjaga masjid untuk senantiasa menjaga kebersihan air bak penampungan dengan teratur serta kebersihan lingkungan di sekitar masjid.</p> Makhabah Jamilatun, Aminah Aminah ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/154 Sat, 30 Apr 2016 00:00:00 +0000 HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA TINGKAT I PROGRAM STUDI D III JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/155 <p>Mahasiswa merupakan subjek yang memiliki potensi untuk mengembangkan pola kehidupanya, dan menjadi objek dalam keseluruhan bentuk aktifitas dan kreatifitasnya. Mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kualitas yang dimilikinya (Baharudin dan Makin, 2004). Kualitas mahasiswa dapat dilihat dari prestasi akademik yang diraihnya. Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama beberapa waktu yang tidak disebabkan proses pertumbuhan, tetapi adanya situasi belajar. Situasi&nbsp; belajar yang sifatnya kompleks dan menyeluruh serta melibatkan&nbsp; interaksi &nbsp;beberapa&nbsp; komponen, sering ditemukan mahasiswa yang tidak dapat meraih prestasi akademik yang setara dengan kemampuan&nbsp; intelegensianya.&nbsp; Perbedaan&nbsp; individual&nbsp; dari&nbsp; factor kepribadian&nbsp; cenderung&nbsp; menentukan penyesuaian&nbsp;&nbsp; diri&nbsp; dan&nbsp; kualitas&nbsp; prestasi akademik&nbsp; mahasiswa.&nbsp; Persepsi yang positif terhadap&nbsp; kepribadian&nbsp; akan&nbsp; mempengaruhi konsep&nbsp; diri&nbsp; kearah&nbsp; yang&nbsp; positif,&nbsp; dan mendorong&nbsp; individu&nbsp; untuk&nbsp; meraih&nbsp; prestasi (Sahlan,&nbsp; 2000). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi &nbsp;hubungan harga diri dengan prestasi akademik mahasiswa TK I Program Studi D III Jurusan Keperawatan Tangerang. Sampel penelitian berjumlah 127 responden yaitu seluruh mahasiswa TK I Prodi D III keperawatan dengan teknik <em>total</em> <em>sampling</em><em>. </em>Analisa yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara harga diri dengan prestasi kademik mahasiswa tingkat I Program Studi D III Keperawatan dengan nila p = 0.702.</p> Lailatul Fadilah, Rohanah Rohanah ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/155 Sat, 30 Apr 2016 00:00:00 +0000 GAMBARAN HITUNG JUMLAH DAN JENIS LEUKOSIT PADA EKS PENDERITA KUSTA DI RSK SITANALA TANGERANG TAHUN 2015 https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/156 <p>Penderita kusta yang sudah dinyatakan sembuh dinamakan eks penderita kusta. Di RSK Sitanala Tangerang eks penderita kusta yang tidak bersedia pulang kekampung halamannya diberdayakan membantu tugas kebersihan dan pertamanan. Kondisi ini disebabkan karena eks penderita kusta mengalami gangguan dalam penerimaan sosial di masyarakat, sehingga dapat&nbsp; mempengaruhi kondisi kesehatan eks penderita kusta, terutama kejadian infeksi baik yang disebabkan oleh bakteri maupun virus.</p> <p>Hitung jenis leukosit adalah perhitungan jenis leukosit yang ada dalam darah berdasarkan proporsi (%) tiap jenis leukosit dari seluruh jumlah leukosit. Jenis leukosit yang dihitung adalah neutrofil, eosinofil, basofil, monosit dan limposit. Hasil pemeriksaan ini dapat menggambarkan secara spesifik kejadian dan proses penyakit dalam tubuh terutama penyakit infeksi.</p> <p>Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengambil sampel dan juga populasi dari eks penderita Kusta yang diberdayakan di RSK Sitanala Tangerang. Diperoleh data bahwa eks penderita kusta yang diberdayakan di Gedung rehabilitasi di RSK Sitanala mempunyai lama tinggal &gt;5 tahun sebanyak 6 orang (75%) dan &lt;5 tahun sebanyak 2 orang (25%).</p> <p>Hasil pemeriksaan darah eks penderita Kusta di Gedung Rehabilitasi RSK Sitanala Tangerang bahwa diperoleh sebanyak 3 orang (37,5%) dengan jumlah Leukosit diatas normal (10.4 mm³)&nbsp; dan sebanyak 5 orang (62,5%) dengan jenis Leukosit yang tidak normal. Jika dilihat dari Hitung jumlah dan jenis Leukosit yang tidak normal terdapat 7 orang (87,5%) dan normal sebanyak 1 orang (12,5%). Jumlah ini mengindikasikan sebanyak 7 orang (87,5%)&nbsp; eks penderita kusta potensial untuk terkena infeksi bakteri maupun virus. Disarankan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terhadap eks penderita kusta untuk mengetahui infeksi sedini mungkin.</p> Diana Rinawati, Muhammad Reza ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/156 Sat, 30 Apr 2016 00:00:00 +0000