Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes <p>Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten mengundang para peneliti, dosen, dan praktisi untuk mengirimkan artikel hasil penelitian dan pengabdian yang berkaitan dengan kesehatan dan lainnya. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2014 dengan terbitan setiap 6 bulan (dua kali setahun) dan telah memiliki nomor ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1404287819" target="_blank" rel="noopener">2356-1718</a>.</p> Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten en-US Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) 2356-1718 SUBSTANSI MODUL KONSELING SEBAYA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA AKHIR https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/1 <p>Perilaku seks pranikah pada remaja cukup tinggi. Hal tersebut didasari dari gaya berpacaran yang tidak sehat sehingga dapat melakukan hubungan seks pranikah. Perilaku seks pranikah pada remaja memiliki risiko terhadap kehamilan yang tidak diinginkan. Hasil SKDI 2012 menunjukkan 10% remaja wanita umur 15−19 tahun sudah menjadi ibu, 7% remaja pernah melahirkan, dan 3% sedang hamil anak pertama. Desain penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Informan penelitian kualitatif berjumlah 11 orang. Penelitian dilakukan di Provinsi Banten pada bulan Januari−Juni 2017. Pada saat memberikan konseling seorang konselor harus memahami tentang materi ataupun substansi yang dikonselingkan. Hal ini dibutuhkan untuk memberikan informasi kekonseli. Informasi yang tepat akan membantu konseli menyelesaikan masalahnya. Konseling sebaya pada remaja membutuhkan modul. Substansi yang harus ada dalam modul pada penelitian ini diantaranya adalah tumbuh kembang remaja, kesehatan reproduksi, penyakit seksual, keluarga berencana, dan napza. Substansi tersebut digunakan untuk membantu mengatasi permasalahan yang dialami remaja berkaitan dengan kesehatan remaja.</p> Ismiyati Ismiyati Deni K. Sunjaya Susi Susanah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2018-04-30 2018-04-30 5 1 1 9 PENGARUH MODEL PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG ISPA DI DESA SUMUR BANDUNG KECAMATAN CIKULUR KABUPATEN LEBAK TAHUN 2017 https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/3 <p>Pengetahuan diartikan sebagai hasil “tahu” dan itu terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Bahwa untuk efektifnya pengetahuan diterima oleh seseorang diperlukan upaya, salah satunya melalui pemilihan model pendidikan kesehatan. Kenyataan dilapangan pendidikan kesehatan dilaksanakan belum sepenuhnya direncanakan, dirancang dengan menggunakan kaidah yang seharusnya. Hasil studi pendahuluan pada bulan April 2017 di Puskesmas Cikulur Kabupaten Lebak balita yang menderita ISPA relatif tinggi, halnya yang sama juga ditemukan Kemenkes (2015). Kondisi ini sangat memprihatinkan yang jika tidak mendapat perhatian akan memberi dampak pada kualitas hidup anak balita mengingat bahaya dari ISPA. Karena itu perlu dilakukan peningkatan kemampuan keluarga khususnya ibu balita melalui peningkatan pengetahuan tentang ISPA sehingga ibu mampu mendeteksi gangguan kesehatan balita dan resiko kematian dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi pengaruh model pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu balita tentang ISPA di desa Sumur Bandung kecamatan Cikulur kabupaten Lebak tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperiment, dengan pendekatan rancangan eksperimen ulang (pre test-post test group design). Populasi ialah seluruh ibu balita dengan jumlah sampel 184 ibu balita. (intervensi 92, kontrol 92), dengan teknik pengambilan proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan koesioner sebelum dan setelah intervensi. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji t-test. Untuk mengetahui perbedaan rerata digunakan nilai alpa 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rerata pengetahuan ibu balita tentang ISPA pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah dilakukan intervensi dengan model pendidikan kesehatan (p=0,000)</p> Omo Sutomo ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 10 20 PENGARUH PENGETAHUAN DAN MASA BEKERJA BIDAN TERHADAP PELAKSANAAN UNIVERSAL PRECAUTION PADA PERTOLONGAN PERSALINAN DI WILAYAH KOTA TANGERANG SELATAN https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/19 <p><em>Universal precaution</em> merupakan bagian dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang sangat diperlukan dalam aktivitas pelayanan kesehatan dan secara signifikan mengurangi jumlah insiden kerja karena paparan darah. Dikota Tangerang selatan pada tahun 2015 terdapat 15 kasus kematian ibu, penyebab infeksi intrapartum (6,7%) dan kematian bayi sebanyak 37 kasus, penyebab dari infeksi sebesar 13,5% dan 10,8% karena HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan masa bekerja terhadap pelaksanaan <em>universal precaution </em>pada pertolongan persalinan oleh bidan. Pada penelitian ini terdapat variabel independent yaitu pengetahuan dan masa bekerja dan variabel dependent yaitu pelaksanaan <em>universal precaution </em>pada pertolongan persalinan. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>Cross Sectional</em>, berupa pengisian kuesioner dengan sampel 88 bidan. Uji statistik yang digunakan adalah <em>Uji Fisher</em>. Hasil penelitian yang didapat adalah bidan yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 89,9%, masa bekerja lama sebanyak 89,8% dan melaksanakan <em>universal precaution</em> pada pertolongan persalinan dengan baik sebanyak 84,1%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap pelaksanaan <em>universal precaution</em> dengan p<em>value</em> 0,033 dan terdapat hubungan yang bermakna antara masa bekerja terhadap pelaksanaan <em>universal precaution</em> dengan p<em>value</em> 0,004.</p> Tutik Iswanti R. Detty Siti Nurdiati Herlin Fitriana K ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 21 29 SENAM ASMA DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/28 <p>Asma merupakan penyakit gangguan inflamasi kronis saluran pernafasan yang dihubungkan dengan hiperresponsif, keterbatasan aliran udara yang <em>reversible</em> dan gejala pernafasan yang meliputi bunyi nafas <em>wheezing,</em> dyspnoe, batuk, dada merasa sesak, <em>tachypnoe</em> dan <em>tachycardia.</em> Senam asma adalah suatu jenis latihan yang dilakukan secara berkelompok yang melibatkan aktifitas gerakan-gerakan anggota tubuh dengan tujuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan meningkatkan kemampuan bernapas. Kualitas hidup merupakan persepsi individu atas posisinya dalam kehidupan dengan sistem sosial dan sistem nilai di lingkungannya dan dalam hubungannya dengan target, pengharapan, standard dan kepentingan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan senam asma dengan kualitas hidup pasien asma di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Penilitian korelasi dengan desain <em>cross sectional</em>, jumlah sampel 30 responden dengan teknik pengambilan yaitu <em>quota sampling, </em>pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis stastistik menggunakan uji <em>chi square. </em>Hasil analisis &nbsp;menunjukan bahwa ada hubungan antara senam asma dengan kualitas hidup pasien asma (p=0,000; a=0,05). Senam asma dapat di gunakan sebagai intervensi mandiri dalam manajemen asuhan keperawatan pasien asma.</p> Kusniawati Kusniawati ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 30 36 KOMIK BENCANA MENINGKATKAN SIKAP KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI BULAKAN KECAMATAN GUNUNG KENCANA BANTEN SELATAN TAHUN 2017 https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/29 <p>Indonesia merupakan salah satu daerah bencana paling aktif di dunia karena posisi geografisnya. Elemen-elemen dalam kesiapan bencana meliputi pengetahuan personal, komunitas dan tingkat nasional. Elemen lain yang tidak kalah penting antara lain pendidikan bencana, dampak respon bencana dan pengembangan respon lokal seperti sistem peringatan dini (<em>early warning system)</em> sebagai bagian penting kesiapan bencana. (Clust,Human &amp; Simpson, 2007). Pengembangan strategi komunikasi yang efektif dibutuhkan untuk mendukung program mandiri terutama untuk anak sekolah, yang merupakan kelompok rentan bencana. Komik adalah salah satu media pembelajaran menarik perhatian karena pesan dapat disampaikan melalui gambar dan kata-kata (Cedri S, et all, 2015). Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan <em>pretest and postets group design,</em>&nbsp; bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penggunaan komik bencana dalam meningkatkan sikap kesiapsiagaan bencana pada anak sekolah dasar. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Bulakan di Kecamatan Gunung Kencana Banten Selatan pada bulan Juni - Nopember&nbsp; 2017 dengan populasi siswa SDN Bulakan. Metode <em>sampling</em> yang digunakan adalah&nbsp; <em>consecutive sampling</em> berjumlah 50 orang untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Rerata sikap pada kelompok yang tidak membaca komik (kontrol) adalah 33,82 dengan standar deviasi 3,72. Pada kelompok yang diberikan intervensi membaca komik didapat rata-rata sikap adalah 34,82 dengan standar deviasi 3,61. Hasil uji statsitik diadapatkan nilai <em>P value </em>0,044 (<em>P value</em> &lt; 0,05)maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata sikap kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Peningkatan sikap kesiapsiagaan bencana pada anak sekolah dasar khususnya dapat dilakukan dengan pemberian komik bencana, baik di sekolah sebagai tambahan media pembelajaran maupun sebagai wahana baca di rumah.</p> Siti Wasliyah ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 37 46 PENGARUH TERAPI KOGNITIF TERHADAP PENINGKATAN HARGA DIRI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSU KABUPATEN TANGERANG https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/30 <p>Perubahan yang terjadi akibat penyakit gagal ginjal memiliki dampak terhadap aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Perubahan ini memberikan perasaan tidak berdaya dan tidak mampu karena kelemahan atau keterbatasan fisik yang dialaminya, sehingga pasien merasa malu/ minder, enggan untuk bertemu dengan orang lain, menarik diri dari lingkungan sosial. bila pasien tidak memiliki mekanisme koping dan sumber koping yang adekuat, maka dapat mengakibatkan pasien mengalami harga diri rendah, dimana hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menurunkan kualitas hidupnya. Stuart &amp; Laraia, (2005) menyatakan terapi yang dapat diberikan pada pasien dengan harga diri rendah adalah terapi individu seperti terapi perilaku, terapi kognitif, terapi kognitif dan perilaku (CBT). Terapi kognitif merupakan suatu terapi yang dapat mengidentifikasi pemikiran-pemikiran yang negatif yang mendorong terjadinya perubahan harga diri (Granfa, 2007). . Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi &nbsp;Pengaruh terapi Kognitif&nbsp; terhadap Peningkatan harga diri pasien dengan GGK di Ruang Hemodialisa RSU Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian berjumlah 23 responden yaitu pasien GGK yang menjalani hemodialisa yang mengalami harga diri rendah dengan teknik <em>consecutive</em> <em>sampling. </em>Analisa yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji t - dependent dengan tingkat kemaknaan (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok sebelum dan sesudah dilakukan terapi kognitif dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan bahwa terapi kognitif dapat meningkatkan rata- rata kecenderungan peningkatan harga diri pada pasien GGK kelompok intervensi sebesar 6,78 (p value = 0,000 dengan α = 0,05).</p> Lailatul Fadilah ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 47 54 ANALISIS LOGAM BERAT PADA PERAIRAN HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN TANGERANG https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/31 <p>Hutan mangrove yang terdapat dipesisir kabupaten Tangerang umumnya dalam kondisi rusak. Pencemaran air laut oleh logam berat sudah terjadi di pesisir teluk Jakarta (Lestari, 2004). Hal ini menungkinkan pencemaran pesisir air laut terjadi di wilayah kabupaten Tangerang sesuai penelitian Annisa (2014) yang menyebutkan telah terjadi pencemaran di pesisir Cituis&nbsp; Kabupaten Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan mengetahui konsentrasi logam berat pada perairan hutan mangrove di kabupaten Tangerang. Pengambilan sampel air laut yang terdapat di hutan mangrove dibatasi pada hutan mangrove yang digenangi dan dialiri air laut. Sampel air laut di tiga lokasi yaitu Tanjung Pasir, Tanjung Kait dan Margamulya, sedangkan biota laut berupa plankton diperoleh di Tanjung Kait. Pemeriksaan logam berat pada air laut dilakukan di labortarium MIPA IPB Bogor. Konsentrasi logam berat pada hutan mangrove yang digenangi dan dialiri air laut pada titik sampling berada dibawah baku mutu yaitu Mercury (Hg) dan Cadmium (Cd). Sedangkan konentrasi Lead (Pb) dan Chromium (Cr) berada diatas baku mutu yaitu Lead 0,07 ppm dan Chromium adalah 0,09 ppm dam 0,54 ppm. Tingginya konsentrasi Lead (Pb) dan Chromium (Cr) diwilayah perairan hutan mangrove di Tanjung Kait dan Margamulya kabupaten Tangerang berasal dari bahan bakar kapal nelayan dan cat yang digunakan pada kapal nelayan dan kondisi hutan mnagrove yang rusak sehingga tidak optimal dalam menyerap logam berat. Untuk biota perairan hutan mangrove dalam penelitian ini diperoleh plankton yang diperoleh di Tanjung Kait dengan konsentrasi Lead (Hg), Cadmium (Cd) dan Chromium (Cr) berada diatas baku mutu. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari buku Food adn Argicultur Organitation bahwa akumulasi logam berat mengkuti siklus rantai makanan, sehingga kedudukan yang paling tinggi dalam rantai makanan akan mengandung logam berat semakin tinggi.</p> Diana Rinawati Sofiatun Sofiatun ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 55 66 AKTIVITAS EKSTAK ETANOL DAUN Alocasia macrorrhizos SEBAGAI ANTIOKSIDAN https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/32 <p>Penyakit degeneratif menjadi masalah utama kesehatan di Indonesia. Salah satunya diabetes militus. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) yang disebabkan karena kerusakan sel dalam produksi insulin. Salah satu penyebab utama diabetes melitus dan adalah radikal bebas. Memperbaiki stress oksidatif adalah strategi yang efektif untuk menurunkan perkembangan diabetes dan komplikasinya. Antioksidan dalam jumlah yang cukup sangat penting bagi penderita diabetes untuk mencegah komplikasi. Salah satu upayanya yaitu menemukan senyawa-senyawa antioksidan pada tumbuhan. Tanaman <em>Alocasia macrorrhizos </em>ini dikenal sebagai tanaman sente, yang mengandung flavonoid. Metode yang digunakan adalah DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antioksidan sebesar 550 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa antioksidan bersifat lemah.</p> Syarah Anliza ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 67 70 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP COPING STYLE DAN ANTICIPATORY GRIEF PADA ORANGTUA DENGAN ANAK KANKER YANG DI RAWATA DI RSU KABUPATEN TANGERANG https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/33 <p>Orangtua yang memiliki anak dengan penyakit kanker akan mengalami proses berduka, &nbsp;orangtua yang terpuruk dan menyalahkan diri sendiri ketika mengetahui anaknya menderita penyakit kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi bagaimana hubungan antara pengetahuan dan sikap perawata terhadap pola koping dan proses berduka pada anak dengan diagnose kanker. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian <em>cross sectional</em><em>.</em> Hasil penelitian menunjukkan Tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap perawat dan <em>coping style</em> orangtua dengan p <em>value</em>&nbsp; 0,42 (α&lt;0,05) dan tidak ada hubungan antara sikap&nbsp; perawat dengan <em>anticiatory grief</em> orangtua dengan anak kanker dengan p <em>value</em>&nbsp; 0,91 (α&lt;0,05). Tidak ada hubungan yang signifikn antara pengetahun perawat dan <em>coping style</em> orangtua dengan p <em>value</em>&nbsp; 0,5 (α&lt;0,05) dan tidak ada hubungan antara pengethauan perawat dengan <em>anticiatory grief</em> orangtua dengan anak kanker dengan p <em>value</em>&nbsp; 0,76 (α&lt;0,05). Penelitian selanjutnya agar dapat melakukan penelitian lanjutan terkait coping style dan anticypatory grief&nbsp; dengan metoda yang berbeda dan jumlag sampel yang lebih banyak.</p> Ema Hikmah ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 71 78 ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI PADA SISWI KELAS VII SMPN 2 DESA TAMBAK BAYA KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN LEBAK TAHUN 2017 https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/34 <p>Pada undang-undang Kesehatan No 36 tahun 2009 dikatakan bahwa pemeliharaan kesehatan remaja diarahkan &nbsp;untuk mempersiapkan kaum remaja &nbsp;menjadi orang dewasa&nbsp; sehat serta &nbsp;produktif &nbsp;baik dari sisi sosial maupun ekonomi.&nbsp; Data Riskesdas 2013 menggambarkan provinsi Banten adalah &nbsp;salah satu provinsi dengan&nbsp; <em>prevalensi</em> remaja usia 13-15 tahun sangat kurus (IMT/U) diatas <em>prevalensi </em>nasional. Hasil penelitian Indah dkk diketahui bahwa; hasil pengukuran IMT/U 11,3% anak sekolah dasar tergolong sangat kurus dan kurus sebesar 6,5%. Hasil penelitian oleh <em>Suhartini</em> di SMPN2 Tambak Baya, diketahui bahwa 63% &nbsp;siswi status gizinya &nbsp;kurang dari normal. Penjajakan awal siswi kelas VII di SMPN 2 Tambak Baya ada 111 orang, namun kondisi status gizi remaja&nbsp; belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran&nbsp; status gizi bagi remaja putri serta faktor-faktor yang berpengaruh.</p> <p>Metodelogi penelitian ini menggunakan desain&nbsp; “<em>crossectional</em>” Populasi penelitian adalah&nbsp; siswi kelas VII SMPN Cibadak Kabupaten lebak . Dari 111 orang yang berhasil di data&nbsp; 92 orang, sampel penelitian sama dengan populasi. Tehnik pengambilan sampel secara purporsiv..Penelitian dilaksanakan &nbsp;dari bulan Mei sampai November 2017.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan masih ditemukan status gizi remaja putri &lt; normal&nbsp; 29,3%, pendidikan ibu &lt; SLTP 82,6%, Pekerjaan Ayah sebagian besar non PNS 98,9%<strong>.</strong> Pendapatan &lt; UMR sebanyak 88%, Pola makan siswi &lt; 3 kali dalam sehari 55,4%. Pengetahuan siswi kurang tentang gizi remaja sebanyak (90,2%). Ada hubungan bermakna antara pendapatan dengan status gizi 0,694&nbsp; artinya pendapatan orang tua dapat mencegah&nbsp; status gizi &lt; normal. Ada hubungan antara pengetahuan&nbsp; dengan keadaan gizi remaja putri&nbsp; OR 1,5&nbsp; artinya siswi dengan pengetahuan kurang tentang gizi remaja berisiko &nbsp;1,5 kali lipat&nbsp; mengalami gizi kurang</p> <p>Kepada pihak sekolah disarankan&nbsp; dapat menyampaikan&nbsp; informasi formal melalui mata pelajaran terkait disekolah, mendatangkan nara sumber, serta menyebarluaskan informasi gizi bagi remaja putri melalui buku saku, brosur, leaflet , poster. Kepada puskesmas diharapkan dapat memberikan penyuluhan gizi remaja, menyebarluaskan informasi tentang status gizi remaja putri melalui poster, brosur, leaflet, dan melakukan kegiatan rutin&nbsp; penjaringan kesehatan terhadap remaja putri, melalui pengukuran BB,TB berkala, dan bila memungkinkan memberikan Makanan Tambahan dan TabletTambah Darah&nbsp; bekerjasama dengan komite sekolah, Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.</p> Suhartini Suhartini ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 79 89 PENGARUH METODE CERAMAH DAN DISKUSI DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN HIV/AIDS PADA SISWA SMP ARRAHMAN KOTA TANGERANG https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/35 <p>Jumlah kasus baru tahun 2011 terdapat 21.031 penderita HIV dan 7.286 AIDS,&nbsp; tahun 2012 terdapat 21.511 penderita HIV dan 8.610 AIDS, dan tahun 2013 terdapat 29.037 penderita HIV dan 5.608 AIDS, sehingga total penderita akhir Desember 2013 sebanyak 179.764 orang yang teridiri dari 127.416 HIV dan 52.348 AIDS dengan jumlah kematian 9.585 orang. Untuk mengatasi hal tersebut membutuhkan Dalam memberikan pendidikan kesehatan atau informasi kesehatan kepada para siswa atau sasaran dipergunakan berbagai metode dan media agar informasi yang disampaikan dapat diterima dan di pahami oleh sasaran sehingga dapat melakukan perilaku yang diharapkan. Ingin mengetahui metode yang lebih baik dan cocok untuk menyampaikan edukasi tentang HIV/AIDS kepada siswa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS.</p> <p>Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pendekatan rancangan eksperimental ulang (<em>pre test-post test controle group design)</em>, yaitu subjek dibagi 2 kelompok, pada masing-masing kelompok dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan yang berbeda.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden tentang HIV/AIDS meningkat antara sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan baik dengan metode ceramah maupun dengan metode diskusi. Nilai rata-rata pengetahuan dengan metode ceramah lebih tinggi dibadingkan dengan nilai rata-rata pengetahuan dengan metode diskusi. Hasil uji statistik diperoleh ada perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah (p=0,000), ada perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan metode diskusi (p=0,003), dan ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata pengetahuan responden antara metode ceramah dan metode diskusi (p=0,000).</p> <p>Kesimpulannya Ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata pengetahuan responden antara metode ceramah dan metode diskusi (p=0,000).</p> Wasludin Wasludin ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 90 95 UJI KONSENTRASI BUNUH MINIMAL (KBM) INFUSUM DAN AIR PERASAAN DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA) TERHADAP BAKTERI SALMONELLA TYPHI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN-VITRO https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/36 <p>Daun binahong (<em>A.cordifolia</em>) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai obat batuk, diabetes, sesak nafas, luka bakar, luka pasca operasi, disentri, radang ginjal, radang usus, jerawat, gusi berdarah, melancarkan haid, penambah nafsu makan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Daun binahong mengandung berbagai macam zat aktif, yaitu alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol yang memiliki daya antibakteri. Di Indonesia penyakit infeksi oleh bakteri masih menjadi masalah kesehatan, maka perlu dikembangkan suatu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai alterbatif pengobatan, salah satunya adalah daun binahong. Penggunaan daun binahong di masyarakat untuk pengobatan sudah lama digunakan, namun perlu dilakukan penelitian secara ilmiah untuk menunjukkan khasiat dan dosis yang tepat. Dicoba dilakukan penelitian efektivitas antibakteri dari infusum dan air perasan daun binahong terhadap bakteri <em>Salmonella typhi</em> dan <em>Staphylococcus aureus </em>secara in-vitro dengan menentukan konsentrasi bunuh minimal dengan variasi waktu kontak menggunakan metode serial dilution. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) di mana dilakukan perlakuan&nbsp; pada bakteri uji dengan variasi&nbsp; konsentrasi dan waktu kontak infusum dan air perasan daun binahong. Untuk kontrol negatif menggunakan aquades steril (0%) dan sebagai pembanding digunakan tetrasiklin dan khloramfenikol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusum daun binahong dengan konsentrasi 60% dengan waktu kontak 60 menit memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan <em>S.typhi</em> dan pada konsentrasi 80% dengan waktu kontak 180 menit terhadap <em>S.aureus</em>. Sedangkan Air perasan daun binahong dengan konsentrasi 100% dengan waktu kontak 90 menit memiliki daya hambat terhadap <em>S.typhi</em>, dan&nbsp; konsentrasi 100% dengan waktu kontak 60 menit terhadap <em>S.aureus</em></p> Wawan Sofwan Zaini Nining Kurniati Arief Fadillah ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 96 102 PENDAMPINGAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG PENGETAHUAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI TANGERANG https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/37 <p>Gerakan Keluaraga Berencana&nbsp; Nasional bertujuan untuk mewujudkan norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia. Salah satu cara dengan pengendalian kelahiran dapat melalui kontrasepsi. Di Indonesia penggunaan suntik KB terbanyak 47,94% disusul pil KB, ketiga spiral atau IUD <em>(Intra Uterine Device</em>) implan, Kondom, terakhir adalah Metode Operasi Wanita dan Metode&nbsp; Operasi Pria. &nbsp;Program KB mempunyai kontribusi penting dalam upaya meningkatkan kualitas penduduk, diharapkan pada akseptor akan memilih kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Program ini memerlukan tenaga kesehatan yang kompeten dan mampu bekerja secara maksimal dalam proses mensukseskan keluarga kecil bahagia sejahtera. Jenis penelitian&nbsp; Quasi Eksperimen dengan rancangan Statistik Group&nbsp;Comparison <em>pre</em> dan <em>post-test</em>. Hasil Ada Perbedaan signifikan pengetahuan MKJP&nbsp; sebelum&nbsp; dan sesudah pendampingan pada kelompok intervensi didapatkan mean 8.58 dan <em>t test</em> 17.012 dan <em>p value</em> 0.000. Perbedaan pengetahuan pre dan post pada kelompok intervensi secara signifikan sebelum&nbsp; dan sesudah pendampingan&nbsp; mean 18.69 dan <em>t test</em> 48.187, <em>p value</em> 0,000&nbsp; ada perbedaan signifikan pengetahuan&nbsp; pada kelompok intervensi kesimpulan&nbsp; ada perubahan&nbsp; pengetahuan&nbsp;&nbsp; antara kelompok perlakuan yang sudah menerima buku saku tentang MKJP dengan kelompok kontrol yang tidak&nbsp; menerima buku saku dan pendampingan pendidikan kesehatan tentang MKJP.</p> Erna Mesra ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 103 108