Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes <p>Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten mengundang para peneliti, dosen, dan praktisi untuk mengirimkan artikel hasil penelitian dan pengabdian yang berkaitan dengan kesehatan dan lainnya. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2014 dengan terbitan setiap 6 bulan (dua kali setahun) dan telah memiliki nomor ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1404287819" target="_blank" rel="noopener">2356-1718</a>.</p> Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten en-US Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) 2356-1718 SUBSTANSI MODUL KONSELING SEBAYA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA AKHIR https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/1 <p>Perilaku seks pranikah pada remaja cukup tinggi. Hal tersebut didasari dari gaya berpacaran yang tidak sehat sehingga dapat melakukan hubungan seks pranikah. Perilaku seks pranikah pada remaja memiliki risiko terhadap kehamilan yang tidak diinginkan. Hasil SKDI 2012 menunjukkan 10% remaja wanita umur 15−19 tahun sudah menjadi ibu, 7% remaja pernah melahirkan, dan 3% sedang hamil anak pertama. Desain penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Informan penelitian kualitatif berjumlah 11 orang. Penelitian dilakukan di Provinsi Banten pada bulan Januari−Juni 2017. Pada saat memberikan konseling seorang konselor harus memahami tentang materi ataupun substansi yang dikonselingkan. Hal ini dibutuhkan untuk memberikan informasi kekonseli. Informasi yang tepat akan membantu konseli menyelesaikan masalahnya. Konseling sebaya pada remaja membutuhkan modul. Substansi yang harus ada dalam modul pada penelitian ini diantaranya adalah tumbuh kembang remaja, kesehatan reproduksi, penyakit seksual, keluarga berencana, dan napza. Substansi tersebut digunakan untuk membantu mengatasi permasalahan yang dialami remaja berkaitan dengan kesehatan remaja.</p> Ismiyati Ismiyati Deni K. Sunjaya Susi Susanah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2018-04-30 2018-04-30 5 1 1 9 PENGARUH MODEL PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG ISPA DI DESA SUMUR BANDUNG KECAMATAN CIKULUR KABUPATEN LEBAK TAHUN 2017 https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/3 <p>Pengetahuan diartikan sebagai hasil “tahu” dan itu terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Bahwa untuk efektifnya pengetahuan diterima oleh seseorang diperlukan upaya, salah satunya melalui pemilihan model pendidikan kesehatan. Kenyataan dilapangan pendidikan kesehatan dilaksanakan belum sepenuhnya direncanakan, dirancang dengan menggunakan kaidah yang seharusnya. Hasil studi pendahuluan pada bulan April 2017 di Puskesmas Cikulur Kabupaten Lebak balita yang menderita ISPA relatif tinggi, halnya yang sama juga ditemukan Kemenkes (2015). Kondisi ini sangat memprihatinkan yang jika tidak mendapat perhatian akan memberi dampak pada kualitas hidup anak balita mengingat bahaya dari ISPA. Karena itu perlu dilakukan peningkatan kemampuan keluarga khususnya ibu balita melalui peningkatan pengetahuan tentang ISPA sehingga ibu mampu mendeteksi gangguan kesehatan balita dan resiko kematian dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi pengaruh model pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu balita tentang ISPA di desa Sumur Bandung kecamatan Cikulur kabupaten Lebak tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperiment, dengan pendekatan rancangan eksperimen ulang (pre test-post test group design). Populasi ialah seluruh ibu balita dengan jumlah sampel 184 ibu balita. (intervensi 92, kontrol 92), dengan teknik pengambilan proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan koesioner sebelum dan setelah intervensi. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji t-test. Untuk mengetahui perbedaan rerata digunakan nilai alpa 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rerata pengetahuan ibu balita tentang ISPA pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah dilakukan intervensi dengan model pendidikan kesehatan (p=0,000)</p> Omo Sutomo ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 10 20 PENGARUH PENGETAHUAN DAN MASA BEKERJA BIDAN TERHADAP PELAKSANAAN UNIVERSAL PRECAUTION PADA PERTOLONGAN PERSALINAN DI WILAYAH KOTA TANGERANG SELATAN https://jurnal.poltekkesbanten.ac.id/Medikes/article/view/13 <p><em>Universal precaution</em> merupakan bagian dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang sangat diperlukan dalam aktivitas pelayanan kesehatan dan secara signifikan mengurangi jumlah insiden kerja karena paparan darah. Dikota Tangerang selatan pada tahun 2015 terdapat 15 kasus kematian ibu, penyebab infeksi intrapartum (6,7%) dan kematian bayi sebanyak 37 kasus, penyebab dari infeksi sebesar 13,5% dan 10,8% karena HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan masa bekerja terhadap pelaksanaan <em>universal precaution </em>pada pertolongan persalinan oleh bidan. Pada penelitian ini terdapat variabel independent yaitu pengetahuan dan masa bekerja dan variabel dependent yaitu pelaksanaan <em>universal precaution </em>pada pertolongan persalinan. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>Cross Sectional</em>, berupa pengisian kuesioner dengan sampel 88 bidan. Uji statistik yang digunakan adalah <em>Uji Fisher</em>. Hasil penelitian yang didapat adalah bidan yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 89,9%, masa bekerja lama sebanyak 89,8% dan melaksanakan <em>universal precaution</em> pada pertolongan persalinan dengan baik sebanyak 84,1%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap pelaksanaan <em>universal precaution</em> dengan p<em>value</em> 0,033 dan terdapat hubungan yang bermakna antara masa bekerja terhadap pelaksanaan <em>universal precaution</em> dengan p<em>value</em> 0,004.</p> Tutik Iswanti R. Detty Siti Nurdiati Herlin Fitriana K ##submission.copyrightStatement## 2018-04-30 2018-04-30 5 1 21 29