PENGARUH METODE CERAMAH DAN DISKUSI DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN HIV/AIDS PADA SISWA SMP ARRAHMAN KOTA TANGERANG

  • Wasludin Wasludin Poltekkes Kemenkes Banten
Keywords: HIV/AIDS, pengetahuan siswa, metode ceramah, metode diskusi

Abstract

Jumlah kasus baru tahun 2011 terdapat 21.031 penderita HIV dan 7.286 AIDS,  tahun 2012 terdapat 21.511 penderita HIV dan 8.610 AIDS, dan tahun 2013 terdapat 29.037 penderita HIV dan 5.608 AIDS, sehingga total penderita akhir Desember 2013 sebanyak 179.764 orang yang teridiri dari 127.416 HIV dan 52.348 AIDS dengan jumlah kematian 9.585 orang. Untuk mengatasi hal tersebut membutuhkan Dalam memberikan pendidikan kesehatan atau informasi kesehatan kepada para siswa atau sasaran dipergunakan berbagai metode dan media agar informasi yang disampaikan dapat diterima dan di pahami oleh sasaran sehingga dapat melakukan perilaku yang diharapkan. Ingin mengetahui metode yang lebih baik dan cocok untuk menyampaikan edukasi tentang HIV/AIDS kepada siswa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS.

Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pendekatan rancangan eksperimental ulang (pre test-post test controle group design), yaitu subjek dibagi 2 kelompok, pada masing-masing kelompok dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan yang berbeda.

Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden tentang HIV/AIDS meningkat antara sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan baik dengan metode ceramah maupun dengan metode diskusi. Nilai rata-rata pengetahuan dengan metode ceramah lebih tinggi dibadingkan dengan nilai rata-rata pengetahuan dengan metode diskusi. Hasil uji statistik diperoleh ada perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah (p=0,000), ada perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan metode diskusi (p=0,003), dan ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata pengetahuan responden antara metode ceramah dan metode diskusi (p=0,000).

Kesimpulannya Ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata pengetahuan responden antara metode ceramah dan metode diskusi (p=0,000).

References

Depkes RI. 2004 dan 2013. http // Depkes. go. Id
Mansjoer, Arief. 2002. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta, Indonesia
Maryunani, A.dkk, 2009. Pencegahan Penularan HIV dari Ibuke Bayi.Jakarta : Trans Info Media
Mulyawan Arief. Kasus Penderita HIV/AIDS .http://sinarbanten.com
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : RinekaCipta
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : RinekaCipta
Pramudji Ati. Penderita HIV/AIDS. http://sosbud.kompasiana.com (diakses 30 oktober 2011)
Profil Kesehatan Indonesia, 2011
Soenar Yully Dewanti. Kasus HIV/ AIDS.http://www.tempointeraktif.com (diakses 26 juli 2011)
Sudjana, Nana, 2000, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru Algensindo Bandung
Sudirman, dkk, 1987, Ilmu Pendidikan, Penerbit Remadja Karya Bandung
Published
2018-04-30
Section
Articles