ANALISIS LOGAM BERAT PADA PERAIRAN HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN TANGERANG

  • Diana Rinawati Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Banten
  • Sofiatun Sofiatun Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Banten
Keywords: mangrove, air laut, logam berat

Abstract

Hutan mangrove yang terdapat dipesisir kabupaten Tangerang umumnya dalam kondisi rusak. Pencemaran air laut oleh logam berat sudah terjadi di pesisir teluk Jakarta (Lestari, 2004). Hal ini menungkinkan pencemaran pesisir air laut terjadi di wilayah kabupaten Tangerang sesuai penelitian Annisa (2014) yang menyebutkan telah terjadi pencemaran di pesisir Cituis  Kabupaten Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan mengetahui konsentrasi logam berat pada perairan hutan mangrove di kabupaten Tangerang. Pengambilan sampel air laut yang terdapat di hutan mangrove dibatasi pada hutan mangrove yang digenangi dan dialiri air laut. Sampel air laut di tiga lokasi yaitu Tanjung Pasir, Tanjung Kait dan Margamulya, sedangkan biota laut berupa plankton diperoleh di Tanjung Kait. Pemeriksaan logam berat pada air laut dilakukan di labortarium MIPA IPB Bogor. Konsentrasi logam berat pada hutan mangrove yang digenangi dan dialiri air laut pada titik sampling berada dibawah baku mutu yaitu Mercury (Hg) dan Cadmium (Cd). Sedangkan konentrasi Lead (Pb) dan Chromium (Cr) berada diatas baku mutu yaitu Lead 0,07 ppm dan Chromium adalah 0,09 ppm dam 0,54 ppm. Tingginya konsentrasi Lead (Pb) dan Chromium (Cr) diwilayah perairan hutan mangrove di Tanjung Kait dan Margamulya kabupaten Tangerang berasal dari bahan bakar kapal nelayan dan cat yang digunakan pada kapal nelayan dan kondisi hutan mnagrove yang rusak sehingga tidak optimal dalam menyerap logam berat. Untuk biota perairan hutan mangrove dalam penelitian ini diperoleh plankton yang diperoleh di Tanjung Kait dengan konsentrasi Lead (Hg), Cadmium (Cd) dan Chromium (Cr) berada diatas baku mutu. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari buku Food adn Argicultur Organitation bahwa akumulasi logam berat mengkuti siklus rantai makanan, sehingga kedudukan yang paling tinggi dalam rantai makanan akan mengandung logam berat semakin tinggi.

References

Kepmenkes RI, 2006, Kepmenkes RI Nomor 424/Menkes/SK/VI/2006. Pedoman Pengendalian Cacingan. Jakarta : Depkes RI

Yus Rusila Noor, dkk. 2006, Panduan pengenalan mangrove di Indonesia. Ditjen PHKA dan Wetland International

Kepmen KLH, 2004, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut

Subowo, Mulyadi, S. Widodo, dan Asep Nugraha. 1999. Status dan Penyebaran Pb, Cd, dan Pestisida pada Lahan Sawah Intensifikasi di Pinggir Jalan Raya. Prosiding. Bidang Kimia dan Bioteknologi Tanah, Puslittanak, Bogor.

M.Ghufran,H,dkk, 2008, Budi Daya Perairan Buku Satu, penerbit PT. Citra Aditya Bakti, Bandung

Arief, Arifin,Ir, 2003, Hutan Mangrove, Fungsi dan Manfaat, Kanisius, Yogyakarta

Sugiyarto,dkk, 2010, Kimia Anoragnik Logam, Graha Ilmu, Yogyakarta

Prodjosantoso,prof, dkk, 20111, Kimia Lingkungan, Kanisius, Yogyakarta

Rudjana,T, 2011, Seri Buku Informasi dan Potensi Mangrove Taman Nasional Alas Purwo, Balai Taman Nasional Alas Purwo

Siburian,Robert, 2016, Konservasi Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat, Yayasan Pusaka Obor, Jl. Plaju Jakarta

Gilang, R,dkk, 2014, Produksi Serasah Mangrove di Pesisir Tangerang, Banten (Litterfall Production of Mangrove in Tangerang Coastal Area, Banten), Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Agustus 2014 Vol. 19 (2): 91 97 ISSN 0853 – 4217

Ridhowati, Sherly, 2013, Mengenal Pencemaran Ragam Logam, Graha Ilmu, Yogyakarta, 55283

Sembel,T,Dantje, 2015, Toksikologi Lingkungan, CV.Andi Offset, IKAPI, Yogyakarta, 55281

Widowati, dkk, 2008, Efek Toksik Logam, CV.Andi Offset, IKAPI, Yogyakarta, 55281
Lestari, dkk, 2004, Dampak Pencemaran Logam Berat Terhadap Kualitas Air Laut dan Sumber Daya Perikanan ( Studi Kasus Kematian Ikan-Ikan di Teluk Jakarta) Juurnal Makara, Sains, Vol 8, No.2 Agustus 2004: 52-58

www.fao.org, 2017, Food and Argiculture Organitation of the United Nations, Mangrove Management

Purwiyanto, S. I. 2013. Daya serap akar dan daun mangrove terhadap logam tembaga (Cu) di Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan. Maspari Journal. 5(1): 1-5. dalam Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah

Heriyanto,dkk, 2011, Penyerapan Polutan Logam Berat (Hg, Pb dan Cu) Oleh Jenis-Jenis Mangrove (Absorption of Heavy Metal Pollutants (Hg, Pb and Cu) by Mangrove Species)*) jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, Vol. 8 No. 2 : 177-188, 2011

http://jalatph32.blogspot.co.id/2012/05/mangrove.html, Siddiqi, NA. and Hussain, KZ. 1994. The Impact of Deer on Natural Regeneration in the Sunderbands Mangrove Forest of Bangladesh. Bangladesh Journal of Zoology 22 (2), 223-234.

Emawati,Emma,dkk, Analisis Timbal dalam Kerang Hijau, Kerang Bulu, dan Sedimen di Teluk Jakarta, Jurnal IJPST (Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology), Volume 2, Nomor 3, Oktober 2015

Buku Data Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Banten Tahun 2013
Published
2018-04-30
Section
Articles